Menghitung Gaji Karyawan



Tugas Praktikum 1


Buat program bernama bonus.c bagi persoalan berikut ini :

            Algoritma untuk menentukan bonus pegawai, berdasarkan ketentuan yang diberikan oleh bagian personalia dan keuangan sebagaiberikut :

            Pegawai perusahaan digolongkan menjadi dua golongan, yaitu staf dan bukn staf. Staf akan mendapat bonus sebesar 1 juta rupiah dengan syaratbahwa ia telah bekerja paling tidak 5 tahun dan umurnya telah mencapai 50 tahun; staf yang bekerja kurang dari 5 tahun berapapun umurnya hanya mendapat bonus sebesar Rp.500.000,- Pegawai non staf yang telah bekerja lebih dari 5 tahun dan berumur lebih dari 50 tahun akan mendapat bonus sebesar Rp.400.000,-, sedangkan pegawainon staf yang berumur kurang dari 50 tahun hanya akan mendapat bonus sebesar Rp.250.000,-. Staf yang umurnya kurang dari 50 tahun akan mendapat bonus sebesar Rp.300.000,-.

jawaban,!!
/*Program HitungBonusKaryawan*/
/*Menggolongkan karyawan terlebih dulu lalu menghitung bonus yang didapat*/

//preprocessor
#include<stdio.h>

//main driver
int main(){

//kamus
int NomorMenu;
int N; /*N adalah lama bekerja*/
int U; /*U adalah umur*/

//algoritma

//cetak menu
printf("        MENU PENGGOLONGAN KARYAWAN  \n");
printf("            1. Staf                        \n");
printf("            2. Bukan Staf                \n");
printf("            3. Keluar Program            \n");
printf("        Masukan Pilihan Anda(1/2/3)!\n");
scanf("%d", &NomorMenu);

switch(NomorMenu){

case 1 : {
    printf("Bonus Untuk Staf\n");
    printf("Lama kerja(thn)\t: "); scanf("%d",&N);
    printf("Umur\t\t: "); scanf("%d",&U);

    if(N>=5 && U>=50)
        printf("\"Selamat Anda Mendapat Bonus Sebesar Rp 1000.000\"\n");
    else
    if(U<50)
        printf("\"Selamat Anda Mendapat Bonus Sebesar Rp 300.000\"\n");
    else
    if(N<5)
        printf("\"Selamat Anda Mendapat Bonus Sebesar Rp 500.000\"");
break;
}
case 2 : {
    printf("Bonus Untuk Bukan Staf\n");
    printf("Lama Kerja(thn)\t: "); scanf("%d",&N);
    printf("Umur\t\t: "); scanf("%d",&U);
    if(N >= 5 && U >=50)
        printf("\"Selamat Anda Mendapat Bonus Rp 400.000\"\n");
    else
        printf("\"Selamat Anda Mendapat  Bonus Rp 250.000\"");
break;
}
case 3: {
    printf("Keluar Program\n");
break;
}
}
return 0;
}


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Program Segitiga Piramida Berdiri



/* Proram SegitigaBintang */
/* Membuat segita bintang piramida berdiri */

//preprocessor
#include<stdio.h>
#include<conio.h>

//main driver
int main(){

//kamus
int v, a, b, c;

//algoritma
printf("Masukan Baris : "); scanf("%d", &v);
for (a=1; a<=v; a++){
    for(b=1; b<=a; b++){
        printf("*");
    }
        printf("\n");
}
for(a=v; a>=0; a--){
    for(b=a; b>=0; b--){
        printf("*");
    }
        printf("\n");
}

return 0;
}

contoh gambar,!!

*
**
***
****
***
**
*


  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Program Umur


/* Program MengukurKetuaan */
/* Masukan usiamu dan biarkan komputer memproses seberapa jauh ketuaanmu */

//preprocessor
#include<stdio.h>
#include<conio.h>

//main driver
int main(){

//kamus
char nama[10];
int umur;

//algoritma
printf("\t\"Selamat Datang di Program Pendeteksi Ketuaan\"\n\n");
printf("Masukan Nama Anda(panggilan) : "); scanf("%s", &nama);
printf("Masukan Umur Anda            : "); scanf("%d", &umur);

if(umur <= 0 )
    printf("\"%s, Kamu Belum di Lahirin Bos\"", nama);
else
if(umur <= 9)
    printf("\"%s, Kamu Masih Kecil\"", nama);
else
if(umur <= 17)
    printf("\"%s, Kamu Sudah Menganjak ABG\"", nama);
else
if(umur <= 35)
    printf("\"%s, Kamu Sudah Dewasa\"", nama);
else
if(umur <= 100)
    printf("\"kek %s, Kamu Sudah Tua\"", nama);
else
if(umur <= 150)
    printf("\"%s, Zaman Sekarang Masih Ada Ya Orang Setua Kamu\"", nama);
else
    printf("\"%s wadul maneh mah,, yg ada lu mh skrg lg bo\" d liang lahat\"", nama);

return 0;
}

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Game Hangman

   
    Belajar algoritma emang mantap,, maka dair itu saya mempost sebuah permainan yang mungkin bisa sedikit menghibur orang" yang sudah guplek ama algoritma termasuk saya,, game ini bukan karya saya sndiri yang emang ilmu saya yang belum nyampe sini,, saya nemu game ini dari http://afnisabelajar.blogspot.com/2010/03/game-hangman-dari-bahasa-c.html semoga bermanfaat,, mgQn ni jg bs mnjadi bhan ajar wt klian.. slmat mncoba..


#include <conio.h>
#include <string.h>
#include <stdio.h>

void main(){
int i=0;
char kata[6]={'k','e','r','e','t','a'};
char asterik[6]={'*','*','*','*','*','*'};
char tebak=' ';
int salah=0;
int live=3;
int menang=0;

while(salah<=3){
clrscr();
if(salah==3){
live=0;
break;
}

int jumlah_asterik=0;

puts ("************SELAMAT DATANG DI GAME HANGMAN**************");
puts ("________________________________________________________\n");
puts ("|Aturan main: anda silahkan menebak huruf yang bertanda|");
puts ("|*, dan anda memilih tiga kali kesempatan menebak huruf|");
puts ("________________________________________________________\n");

printf ("Silahkan menebak kata berikut :\n");

for(i=0;i<6;i++){
printf("%c",asterik[i]);
}

printf("\tlive : %i",live);
printf("\n\n");

int adayangsama=0;

printf("masukin tebakanmu : ");

for(i=0;i<6;i++){
if(asterik[i]=='*'){
jumlah_asterik++;
}
}

if(jumlah_asterik==0){
printf("\n\nselamat anda menang");
break;
}

scanf("%c",&tebak);
fflush(stdin);

for(i=0;i<6;i++){
if(kata[i]==tebak){
asterik[i]=tebak;
adayangsama++;
}
}

if(adayangsama==0){
salah++;
live--;
}

if (salah==3){
printf("\nmaaf anda kalah");
break;
}
}
}

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Program Pertukaran Nilai



/* Program Pertukaran */
/* Menukarkan nilai A dan B */

//preprocessor
int main(){

//kamus
long int A, B, temp;

//algoritma
printf("Masukan Nilai A : "); scanf("%ld", &A);
printf("Masukan Nilai B : "); scanf("%ld", &B);

/* proses pertukaran */
temp = A;
A = B;
B = temp;

/* tulis nilai A dan B setelah pertukaran */
printf("\nNilai Stelah Pertukaran");
printf("\nA = %ld", A);
printf("\nB = %ld", B);

return 0;
}

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

C++ Segitiga Bintang



/* Program CetakSegitigaBintang */
/* Mencetak segitiga siku-siku rata kiri dengan bintang dan dengan
tinggi bintang = N */

// preprocessor
# include <stdio.h>
# include <conio.h>

// main driver
int main(){

// kamus
int N, i, j;

// algoritma
printf("Tinggi Segitiga N = "), scanf("%d", &N);

/* Cetak bintang dari baris 1 sampai N */

for(i=1; i<=N; i++){
    for(j=1; j<=i; j++)
        printf("*");
        printf("\n");
}

return 0;
}

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Program Menghitung Gradian



/*
    program : Latihan C++
    desc    : Program Hitung Gradien
    Author  : Ahmad Arif / 3411101019
    Date    : 07 oktober 2010
*/
// Preprocessor
# include <stdio.h>
# include <conio.h>

// main driver
int main(){

// kamus
int x1, y1, x2, y2;
float m;

// Algoritma
printf("Titik Pertama\n");
printf("input x1 : ");scanf("%d",&x1);
printf("input y1 : ");scanf("%d",&y1);

printf("\nTitik Kedua\n");
printf("input x2 : ");scanf("%d",&x2);
printf("input y2 : ");scanf("%d",&y2);

m=(y2-y1)/(x2-x1);

printf("\ngradien : %.2f", m);

return 0;
}

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Key Smadav 8.3

Bagi temen" yang pake anvir smadav 8.3 free saya punya bocoran nih,, klo tmen" mw ngrubah smadav free'y jd smadav pro..
keunggulan smadav pro dibanding smadav free :
1. Mengenali lebih dari 4808 Virus
2. Bisa mengganti warna tema
3. Scanning 10x lebih cepat
4. Update otomatis online
5. Memiliki fitur Exception List

Panduan Instalasi Key Smadav 8.3
1.Aktipkan Smadav 8.3 anda
2.Pada Smadav 8.3 klik menu SETTING
Pada Registrasi Smadav Pro masukkan seperti dibawah ini:

Nama: anti-pembajakan
Key: (key dikosongkan jangan di isi)
Lalu klik Register


Setelah itu baru anda masukkan salah satu dari 3 nama dan key dibawah ini:
Berikut Key nya:
1. Type Personal
Nama: www.marcell.tk
Key: 083800846040

2. Type: Warnet
Nama: http://marcellinoagatha.blogspot.com
Key: 775877810985

3. Type: Perusahaan
Nama: www.marcellinoagatha.blogspot.com
Key: 991999604080

yang mau softwarenya bisa di download di link berikut http://www.ziddu.com/download/12954894/Smadav2010Rev.8.3.exe.html

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Nilai Kasih Seorang Ibu

         Ini adalah mengenai Nilai kasih Ibu dari Seorang anakyang mendapatkan ibunya sedang sibuk menyediakan makan malam didapur. Kemudian dia menghulurkan sekeping kertas yang bertulis sesuatu. si ibu segera membersihkan tangan dan lalu menerima kertas yang dihulurkan oleh si anak dan membacanya.

OngKos upah membantu ibu:

1) Membantu Pergi Ke Warung: Rp20.000

2) Menjaga adik Rp20.000

3) Membuang sampah Rp5.000

4) Membereskan Tempat Tidur Rp10.000

5) menyiram bunga Rp15.000

6) Menyapu Halaman Rp15.000

Jumlah : Rp85.000

         Selesai membaca, si ibu tersenyum memandang si anak yang raut mukanya berbinar-binar. Si ibu mengambil pena dan menulis sesuatu dibelakang kertas yang sama.

1) OngKos mengandungmu selama 9bulan – GRATIS

2) OngKos berjaga malam karena menjagamu -GRATIS

3) OngKos air mata yang menetes karenamu – GRATIS

4) OngKos Khawatir kerana selalu memikirkan keadaanmu – GRATIS

5) OngKos menyediakan makan minum, pakaian dan keperluanmu – GRATIS

6) OngKos mencuci pakaian, gelas, piring dan keperluanmu – GRATIS

Jumlah Keseluruhan Nilai Kasihku – GRATIS
      
         Air mata si anak berlinang setelah membaca. Si anak menatap wajah ibu, memeluknya dan berkata, “Saya Sayang Ibu”.Kemudian si anak mengambil pena dan menulis sesuatu didepan surat yang ditulisnya: “Telah Dibayar” .

APAKAH KAMU SAYANG ORANGTUAMU????

KARENA ORANGTUAMU SELALU MENYAYANGIMU.

Mother is the best super hero in the world..

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jihad Para Ibu Dalam Pandangan Islam

Islam mengajarkan bahwa kaum ibu merupakan fihak yang sangat istimewa dan tinggi derajatnya. Oleh karena itu kita sangat akrab dengan hadits yang menjelaskan keharusan seorang sahabat agar memprioritaskan berbuat baik kepada ibunya. Bahkan Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyebutkan keharusan tersebut sebanyak tiga kali sebelum beliau akhirnya juga menganjurkan sahabat tadi agar berbuat baik kepada ayahnya. Jadi ibaratnya keharusan menghormati dan berbuat baik seorang anak kepada ibunya sepatutnya lebih banyak tiga kali lipat daripada penghormatan dan perilaku baiknya terhadap sang ayah.

أَخْبَرَنَا بَهْزُ بْنُ حَكِيمٍ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَ
قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ أَبَرُّ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ
قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ أُمَّكَ قَالَ قُلْتُ ثُمَّ مَنْ قَالَ
ثُمَّ أَبَاكَ ثُمَّ الْأَقْرَبَ فَالْأَقْرَبَ

Bahaz Ibnu Hakim, dari ayahnya, dari kakeknya Radliyallaahu 'anhu berkata: Aku bertanya: Wahai Rasulullah, kepada siapa aku berbuat kebaikan?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ibumu." Aku bertanya lagi: Kemudian siapa?. Beliau bersabda: "Ayahmu, lalu yang lebih dekat, kemudian yang lebih dekat." (HR Abu Dawud dan Tirmidzi)
Kita juga sangat akrab dengan hadits yang menyebutkan beberapa dosa besar dimana salah satunya ialah durhaka kepada kedua orangtua, yaitu ayah dan ibu. Di antaranya disebutkan sebagai berikut:

عَنْ أَنَسٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ سُئِلَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
عَنْ الْكَبَائِرِ قَالَ الْإِشْرَاكُ بِاللَّهِ وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ
وَقَتْلُ النَّفْسِ وَشَهَادَةُ الزُّورِ

Dari Anas ia berkata: Nabi shollallahu ’alaih wa sallam ditanya mengenai dosa-dosa besar, maka beliau bersabda: “Mempersekutukan Allah, durhaka kepada kedua orang-tua, membunuh jiwa dan kesaksian palsu.” (HR Bukhary)

Bahkan di dalam hadits lainnya disebutkan bahwa kedua orang-tua merupakan faktor yang sangat besar mempengaruhi apakah seseorang bakal menuju ke surga ataukah ke neraka. Artinya, perilaku baik seseorang kepada kedua orang-tuanya bakal memperbesar kemungkinannya berakhir di dalam rahmat Allah dan surga-Nya. Sedangkan kedurhakaannya kepada kedua orang-tua bakal memperbesar kemungkinan hidupnya berakhir di dalam murka Allah dan neraka-Nya.

عَنْ أَبِي أُمَامَةَ أَنَّ رَجُلًا قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ
مَا حَقُّ الْوَالِدَيْنِ عَلَى وَلَدِهِمَا قَالَ هُمَا جَنَّتُكَ وَنَارُكَ

Dari Abi Umamah ia berkata: “Ada seorang lelaki berkata: “Ya Rasulullah, apakah hak kedua orang-tua atas anak mereka?” Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Keduanya (merupakan) surgamu dan nerakamu.” (HR Ibnu Majah)
Hal ini sejalan dengan hadits berikut ini: Dari Abdullah Ibnu Amar al-'Ash Radliyallaahu 'anhu bahwa Nabi Shallallaahu 'alaihi wa Sallam bersabda: "Keridhaan Allah tergantung kepada keridhaan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua." (HR Tirmidzi)
Namun yang menarik ialah ditemukannya hadits yang secara khusus mengungkapkan haramnya durhaka kepada sang ibu. Sedangkan hal ini tidak kita temukan dalam kaitan dengan larangan berlaku durhaka kepada sang ayah. Sudah barang tentu ini tidak berarti bahwa berlaku durhaka kepada fihak ayah dibenarkan. Yang jelas dengan adanya larangan khusus berlaku durhaka kepada fihak ibu cuma menunjukkan betapa ajaran Islam sangat menjunjung tinggi martabat kaum ibu.

قَالَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ حَرَّمَ عَلَيْكُمْ عُقُوقَ الْأُمَّهَاتِ

Bersabda Nabi shollallahu ’alaih wa sallam: “Allah melarang kalian durhaka kepada ibu kalian.”(HR Bukhary)
Dalam hadits lain kita juga dapati bagaimana Islam menyuruh menghormati ibu sekalipun ia bukan orang beriman seperti hadits yang diriwayatkan oleh Asma puteri sahabat Abu Bakar Ash-Shiddiq berikut ini:

عَنْ أَسْمَاءَ بِنْتِ أَبِي بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَتْ
قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ مُشْرِكَةٌ فِي عَهْدِ رَسُولِ اللَّهِ
صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاسْتَفْتَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
قُلْتُ قَدِمَتْ عَلَيَّ أُمِّي وَهِيَ رَاغِبَةٌ أَفَأَصِلُ أُمِّي قَالَ نَعَمْ صِلِي أُمَّكِ

Asma binti Abu Bakar berkata: “Telah datang kepadaku ibuku dan dia seorang wanita musyrik di zaman Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam. Maka aku datang kepada Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam meminta fatwa beliau. Aku bertanya kepada beliau: ”Telah datang kepadaku ibuku sedangkan ia punya suatu keperluan. Apakah aku penuhi permintaan ibuku itu?” Maka Nabi shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Iya, penuhilah permintaan ibumu itu.” (HR Bukhary)
Mengapa kaum ibu sedemikian diutamakan? Karena mereka adalah fihak yang sejak masih mengandung anak saja sudah merasakan beban memikul tanggung-jawab membesarkan anak-anaknya. Mereka adalah pendamping, penyayang, pengasuh dan pengajar pertama dan utama bagi seorang anak. Ibu adalah fihak yang paling banyak direpotkan oleh anak semenjak mereka masih kecil. Begitu lahir anak menuntut air susu ibunya. Keinginan minum ASI seringkali tidak pandang waktu. Bisa jadi seorang ibu di tengah malam ”terpaksa” bangun mengorbankan waktu istirahatnya demi menyusui buah hatinya.

Seorang ibu juga direpotkan ketika anaknya ngompol dan buang air besar. Ibulah yang biasanya harus mencebok dan membersihkan anaknya. Semakin ikhlas seorang ibu mengerjakan semua aktifitas tadi maka semakin melekatlah si anak kepada dirinya. Di balik segala kerepotan tadi sesungguhnya terjalinlah ikatan hati yang semakin kokoh antara ibu dan anak. Itulah sebabnya ketika seseorang sudah dewasa sekalipun, tatkala dalam kesepian tidak jarang rasa rindu akan belaian tangan ibunya yang penuh kasih sayang terkenang kembali.
Dalam pepatah Arab ada ungkapan berbunyi Al-Ummu madrasah (ibu adalah sekolah). Benar, saudaraku. Seorang ibu merupakan sekolah pertama bagi setiap anak. Ibulah yang pertama kali mengajarkan banyak pelajaran awal tentang kehidupan kepada anak. Apalagi di zaman penuh fitnah seperti sekarang dimana al-ghazwu al-fikri (perang pemikiran/ perang budaya/ perang ideologi) datang menyerbu rumah-rumah kaum muslimin. Serbuan itu datang dari berbagai penjuru. Bisa dari televisi, internet, facebook, buku bacaan, komik, majalah, nyanyian, musik, pergaulan bahkan dari sekolah formal...! Maka kehadiran seorang ibu yang memiliki wawasan pengetahuan luas menjadi laksana penjaga benteng terakhir bagi anak-anaknya. Ibulah yang bertugas membentengi, memfilter dan mengarahkan anak-anak menghadapi berbagai serbuan perang budaya tadi.
Di masa kita dewasa ini saat mana faham ateisme, materialisme, sekularisme, liberalisme dan pluralisme begitu dominan mewarnai kehidupan masyarakat dunia, maka kehadiran seorang ibu sendirian mendampingi anak-anaknya kadang dirasa kurang memadai. Sehingga kerjasama antara ayah-mukmin dan ibu-mukminah sangat diperlukan. Dalam dunia modern anak-anak kita sangat perlu pengarahan yang sangat kokoh dan kompak dari kedua orang-tuanya sekaligus untuk meng-counter serangan musuh-musuh Islam yang pengaruh buruknya semakin hari semakin hegemonik.

Betapapun, seorang ayah tidak mungkin diharapkan untuk terus-menerus berada di rumah karena tuntutan mencari ma’isyah (penghasilan) bagi anak-isterinya. Oleh karenanya kehadiran dan keaktifan peran seorang ibu di rumah mendampingi anak-anaknya menjadi sangat strategis. Oleh karenanya Nabi shollallahu ’alaih wa sallam menyetarakan hadir dan aktifnya seorang ibu mendampingi anak-anaknya di rumah dengan aktifitas jihad fi sabilillah yang dilakukan oleh kaum pria di medan perang menghadapi musuh-musuh Allah.

عن أنس، رضي الله عنه، قال: جئن النساء إلى رسول الله
صلى الله عليه وسلم فقلن: يا رسول الله، ذهب الرجال
بالفضل والجهاد في سبيل الله تعالى، فما لنا عمل ندرك به
عمل المجاهدين في سبيل الله؟ فقال رسول الله صلى الله عليه وسلم:
"من قعد -أو كلمة نحوها -منكن في بيتها فإنها تدرك
 عمل المجاهدينفي سبيل الله.

"Dari Anas Radhiyallahu ‘anhu ia berkata: Kaum wanita datang menghadap Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bertanya: “Ya Rasulullah, kaum pria telah pergi dengan keutamaan dan jihad di jalan Allah. Adakah perbuatan bagi kami yang dapat menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah?” Maka Rasulullah shollallahu ’alaih wa sallam bersabda: ”Barangsiapa di antara kalian berdiam diri di rumahnya maka sesungguhnya ia telah menyamai ’amal para mujahidin di jalan Allah.” (HR Al-Bazzar)
Wahai kaum ibu, ikhlaslah dan sabarlah menjaga pos jihad kalian. Didiklah generasi masa depan calon-calon mujahidin dan mujahidat fii sabilillah harapan ummat....! 

di ambil dari http://www.eramuslim.com

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Kasih Sayang Rasulullah

MediaMuslim.Info – Orang-orang yang keras hati tidak akan mengenal kasih sayang. Tidak ada sedikitpun kelembutan pada diri mereka. Hati mereka keras bagaikan karang. Kaku tabiat, baik ketika memberi maupun menerima. Kurang peka perasaan, lagi tipis peri kemanusiannya. Berbeda halnya dengan orang yang dikaruniai Allah Ta’ala hati yang lembut, penuh kasih sayang lagi penuh kemurahan. Dialah yang layak disebut pemilik hati yang agung penuh cinta. Hati yang diliputi dengan kasih sayang dan digerakkan oleh perasaan yang halus.

Dari Anas bin Malik Radhiallaahu anhu ia berkata, yang artinya: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah membawa putra beliau bernama Ibrahim, kemudian mengecup dan menciumnya.” (HR: Al-Bukhari)
Kasih sayang tersebut tidak hanya terkhusus bagi kerabat beliau saja, bahkan beliau curahkan juga bagi segenap anak-anak kaum muslimin. Asma’ binti ‘Umeis Radhiallaahu anha –istri Ja’far bin Abi Thalib- menuturkan, yang artinya: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam datang menjengukku, beliau memanggil putra-putri Ja’far. Aku melihat beliau mencium mereka hingga menetes air mata beliau. Aku bertanya: “Wahai Rasululloh, apakah telah sampai kepadamu berita tentang Ja’far?” beliau menjawab: “Sudah, dia telah gugur pada hari ini!” Mendengar berita itu kamipun menangis. Kemudian beliau pergi sambil berkata: “Buatkanlah makanan bagi keluarga Ja’far, karena telah datang berita musibah yang memberatkan mereka.” (HR: Ibnu Sa’ad, Tirmidzi dan Ibnu Majah)
Ketika air mata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menetes menangisi gugurnya para syuhada’ tersebut, Sa’ad bin ‘Ubadah Radhiallaahu anhu bertanya: “Wahai Rasululloh, Anda menangis?” Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Ini adalah rasa kasih sayang yang Alloh Ta’ala letakkan di hati hamba-hamba-Nya. Sesungguhnya hamba-hamba yang dikasihi Allah Ta’ala hanyalah hamba yang memiliki rasa kasih sayang.” (HR: Al-Bukhari)
Ketika air mata Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menetes disebabkan kematian putra beliau bernama Ibrahim, Abdurrahman bin ‘Auf Radhiallaahu anhu bertanya kepada beliau: “Apakah Anda juga menangis wahai Rasulullah?” Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menjawab: “Wahai Ibnu ‘Auf, ini adalah ungkapan kasih sayang yang diiringi dengan tetesan air mata. Sesungguhnya air mata ini menetes, hati ini bersedih, namun kami tidak mengucapkan kecuali yang diridhai Allah Ta’ala. Sungguh, kami sangat berduka cita berpisah denganmu wahai Ibrahim.” (HR: Al-Bukhari)
Akhlak Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam yang begitu agung memotivasi kita untuk meneladaninya dan menapaki jejak langkah beliau. Pada zaman sekarang ini, curahan kasih sayang terhadap anak-anak serta menempatkan mereka pada kedudukan yang semestinya sangat langka kita temukan. Padahal mereka adalah calon pemimpin keluarga esok hari, mereka adalah cikal bakal tokoh masa depan dan cahaya fajar yang dinanti-nanti. Kejahilan dan keangkuhan, dangkalnya pemikiran serta sempitnya pandangan menyebabkan hilangnya kunci pembuka hati terhadap para bocah dan anak-anak. Sementara Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam, kunci pembuka hati itu ada di tangan dan lisan beliau. Cobalah lihat, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa membuat anak-anak senang kepada beliau, mereka menghormati dan memuliakan beliau. Hal itu tidaklah mengherankan, karena beliau menempatkan mereka pada kedudukan yang tinggi.
Setiap kali Anas bin Malik melewati sekumpulan anak-anak, ia pasti mengucapkan salam kepada mereka. Beliau berkata, yang artinya: “Demikianlah yang dilakukan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam .” (Muttafaq ‘alaih)
Meskipun anak-anak biasa merengek dan mengeluh serta banyak tingkah, namun Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam tidaklah marah, memukul, membentak dan menghardik mereka. Beliau tetap berlaku lemah lembut dan tetap bersikap tenang dalam menghadapi mereka.
Dari ‘Aisyah Radhiallaahu anha ia berkata, yang artinya: “Suatu kali pernah dibawa sekumpulan anak kecil ke hadapan Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam , lalu beliau mendoakan mereka, pernah juga di bawa kepada beliau seorang anak, lantas anak itu kencing pada pakaian beliau. Beliau segera meminta air lalu memer-cikkannya pada pakaian itu tanpa mencucinya.” (HR: Al-Bukhari)
Wahai pembaca yang mulia, engkau pasti mengetahui bahwa duduk di rumah Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam merupakan sebuah kehormatan. Lalu, tidakkah terlintas di dalam lubuk hatimu? Bermain dan bercanda ria dengan si kecil, putra-putrimu? Mendengarkan tawa ria dan celoteh mereka yang lucu dan indah? Ayah dan ibuku sebagai tebusannya, Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam selaku nabi umat ini, melakukan semua hal itu.
Abu Hurairah Radhiallaahu anhu menceritakan: “Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam pernah menjulurkan lidahnya bercanda dengan Al-Hasan bin Ali Radhiallaahu anhu. Iapun melihat merah lidah beliau, lalu ia segera menghambur menuju beliau dengan riang gembira.” (Lihat Silsilah Shahihah no.70)
Anas bin Malik Radhiallaahu anhu menuturkan, yang artinya: “Rasululloh sering bercanda dengan Zainab, putri Ummu Salamah Radhiallaahu anha, beliau memanggilnya dengan: “Ya Zuwainab, Ya Zuwainab, berulang kali.” (Zuwainab artinya: Zainab kecil) (Lihat Silsilah Hadits Shahih no.2141 dan Shahih Al-Jami’ 5-25)
Kasih sayang beliau kepada anak tiada batas, meskipun beliau tengah mengerjakan ibadah yang sangat agung, yaitu shalat. Beliau pernah mengerjakan shalat sambil menggendong Umamah putri Zaenab binti Rasululloh dari suaminya yang bernama Abul ‘Ash bin Ar-Rabi’. Pada saat berdiri, beliau menggendongnya dan ketika sujud, beliau meletakkannya. (Muttafaq ‘alaih)
Mahmud bin Ar-Rabi’ Radhiallaahu anhu mengungkapkan, yang artinya: “Aku masih ingat saat Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam menyemburkan air dari sebuah ember pada wajahku, air itu diambil dari sumur yang ada di rumah kami. Ketika itu aku baru berusia lima tahun.” (HR: Muslim)
Rasululloh Shalallaahu alaihi wasalam senantiasa memberikan pengajaran, baik kepada orang dewasa maupun anak-anak. Abdullah bin Abbas menuturkan: “Suatu hari aku berada di belakang Nabi Shalallaahu alaihi wasalam, beliau bersabda, yang artinya: “Wahai anak, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: “Jagalah (perintah) Allah, pasti Allah akan menjagamu. Jagalah (perintah) Alloh, pasti kamu selalu mendapatkan-Nya di hadapanmu. Jika kamu meminta, mintalah kepada Alloh, jika kamu memohon pertolongan, mohonlah pertolongan kepada Allah.” (HR: At-Tirmidzi)
Telah kita saksikan bersama keutamaan akhlak dan keluhuran budi pekerti serta sejarah kehidupan yang agung. Semoga semua itu dapat menghidupkan hati kita dan dapat kita teladani dalam mengarungi bahtera kehidupan. Putra-putri yang menghiasi rumah kita, selalu membutuhkan kasih sayang seorang ayah serta kelembutan seorang ibu. Membutuhkan belaian yang membuat hati mereka bahagia. Sehingga mereka dapat tumbuh dengan pribadi yang luhur dan akhlak yang lurus. Siap untuk memimpin umat, sebagai buah karya dari para ibu dan bapak, tentu saja dengan taufik dari Alloh Subhanahu wa Ta’ala.
(Sumber Rujukan: Sehari Di Kediaman Rasululloh Shallallahu’alaihi Wasallam, Asy-Syaikh Abdul Malik bin Muhammad bin Abdurrahman Al-Qasim)

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS